Perkuat Kolaborasi dengan LAZ, Kemenag Gresik Matangkan Program Lebaran Yatim dan Bulan Wakaf

Perkuat Kolaborasi dengan LAZ, Kemenag Gresik Matangkan Program Lebaran Yatim dan Bulan Wakaf

Gresik, 18 Juni 2026

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik menggelar rapat koordinasi intensif untuk mematangkan rancangan program Festival Lebaran Yatim, Penyandang Disabilitas, serta Bulan Wakaf Muharram 1448 Hijriah. Pertemuan strategis ini berfungsi sebagai langkah awal guna menyelaraskan teknis pelaksanaan program nasional yang dijadwalkan berlangsung serentak pada Kamis, 25 Juni 2026 mendatang. Melalui persiapan yang matang, institusi berkomitmen menggeser pendekatan jaminan sosial lama menjadi konsep pemberdayaan berkelanjutan.

Rancangan kegiatan ini mengedepankan transformasi besar di mana anak yatim dan penyandang disabilitas tidak lagi ditempatkan sebagai objek santunan kaku, melainkan sebagai subjek utama atau tuan rumah yang memegang kendali penuh atas ruang kreasi mereka sendiri. Konsep matang tersebut didiskusikan secara mendalam agar implementasi di tingkat daerah dapat berjalan ramah generasi baru dan inklusif. Berdasarkan peta perencanaan, puncak acara nasional akan berpusat di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama RI dan tersambung secara virtual ke 514 satuan kerja kabupaten/kota di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Gresik.

Pembahasan rancangan ini memetakan pembagian ekosistem acara ke dalam lima zona interaktif. Rencana tersebut meliputi Zona Tumbuh untuk literasi filantropi, Zona Berdaya untuk lokakarya keterampilan mandiri seperti kaligrafi dan hafalan Al-Qur'an, Zona Barokah Market bagi produk usaha mikro kecil menengah binaan zakat, Zona Ekspresi untuk pembuatan mural bersama, hingga Zona Pijar Auction sebagai wadah lelang karya inklusif yang hasilnya dialokasikan secara digital untuk dana wakaf produktif.

Agenda koordinasi tingkat daerah ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq bersama Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Gresik, Nelly Afroh demi menyusun standarisasi teknis. Pihak Kemenag Gresik merangkul elemen lokal dengan sebelas lembaga pengelola filantropi terkemuka di Kabupaten Gresik, antara lain: LAZ Nurul Hayat, LAZISMU, LAZ Persyada Haromain, LAZ YDSF, LAZ Yatim Mandiri, LAZ Dompet Qur'an, LAZ BMH, LAZ Sahabat Mustahik, LAZISNU, UPZ YAKINDO, dan BAZNAS Kabupaten Gresik.

"Rapat koordinasi ini menjadi instrumen krusial untuk mengunci setiap detail teknis agar pelaksanaan pada 25 Juni nanti benar-benar berdampak nyata. Sinergi lintas sektor ini membuktikan bahwa zakat dan wakaf bukan lagi sekadar ritual kepatuhan personal, melainkan instrumen pembangunan umat yang terukur," jelas Muhammad Ali Faiq.

Senada dengan hal tersebut, Nelly Afroh menjabarkan pentingnya finalisasi data penerima manfaat dan kurasi produk binaan dalam sisa waktu persiapan ini. "Standardisasi bantuan yang bermutu dan berbasis kebutuhan riil di lapangan menjadi prioritas utama dalam draf kerja kami. Melalui pemanfaatan zakat digital dan simulasi yang matang, kami optimistis kemandirian ekonomi anak-anak binaan serta pelaku usaha mikro kecil menengah lokal di Gresik dapat didorong secara optimal," pungkas Nelly Afroh.

Rancangan program ini membuka akses edukasi filantropi yang lebih modern serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial yang inklusif. Seluruh elemen masyarakat kini dapat berpartisipasi langsung dalam memberikan ruang kesempatan yang setara bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas di lingkungannya masing-masing.

Related Articles

Kemenag Gresik

Jalan Jaksa Agung Suprapto No.39 Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik Jawa Timur  Kodepos 61111

2025 © All Rights Reserved

Jam Kerja

Senin - Kamis : Pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB
Jum'at : Pukul 07.30 WIB - 16.00 WIB
Sabtu & Minggu : Tutup