Jombang (Humas) — Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026), menjadi momentum krusial bagi penataan arah pelayanan keagamaan di daerah. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh gelaran nasional tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, bersama kepala seksi PAIS, Akhmad Yahya dan Bimas Islam, Abdul Ghofar Kantor Kemenag Gresik saat menghadiri pembukaan kegiatan berskala nasional tersebut. Muhammad Ali Faiq menyampaikan bahwa keterlibatan Kemenag Gresik dalam forum ini bertujuan untuk menyerap aspirasi utama para ulama dan tokoh nasional. Menurutnya, sinergi antara regulasi pemerintah dan visi dakwah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama sangat menetukan efektivitas pelayanan publik bidang keagamaan di Kabupaten Gresik.
"Muktamar ke-35 NU di Tambakberas ini merupakan kompas strategis. Kami di tingkat daerah bertanggung jawab menerjemahkan setiap gagasan besar dan rekomendasi Muktamar menjadi aksi nyata di lapangan. Target kami jelas, yaitu penguatan mutu madrasah, kemandirian ekonomi pesantren, serta peningkatan mutu bimbingan masyarakat Islam melalui seluruh KUA di Gresik," ujar Muhammad Ali Faiq di sela-sela forum pembukaan.
Agenda besar Muktamar ke-35 NU ini dihadiri oleh puluhan ribu peserta dan pengamat dari dalam maupun luar negeri. Fokus utama pembahasan mencakup penguatan moderasi beragama, transformasi digital pesantren, serta respons terhadap tantangan sosial ekonomi masyarakat pascapandemi.
Melalui partisipasi aktif ini, Kemenag Gresik menargetkan penguatan kolaborasi dengan seluruh pengurus cabang hingga ranting NU, penyuluh agama, dan pengawas madrasah di wilayah Gresik. Pola kerja sama ini diproyeksikan mampu meningkatkan kualitas layanan keagamaan secara signifikan, menjangkau lebih dari ribuan santri serta masyarakat luas di wilayah perkotaan hingga kepulauan Bawean.
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat di bumi pesantren sejarah Tambakberas tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, dilanjutkan dengan persidangan komisi yang dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.